HARIANRIAU.CO - Satu jenazah korban jatuhnya Lion Air JT-610 berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) bernama Jannatun Cintya Dewi.
Jenazah Jannatun menjadi korban pertama teridentifikasi dari total 189 penumpang dan awak pesawat yang jatuh di perairan Pantai Tanjung Pakis, Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) lalu.
Identitasnya dikenali dari sidik jari telunjuk tangan kanannya yang masih cukup baik dibanding yang lainnya.
Hal itu juga didukung oleh sejumlah data sekunder lainnya. Seperti keterangan keluarga, ciri fisik dan lainnya.
Kabar Jannatun sebagai korban pertama yang teridentifikasi itu pun membuat publik langung menyerbu akun media sosial gadis asal Sidoarjo, Jawa Timur itu.

Dari akun media sosialnya, diketahui Jannatun Jannatun adalah pegawai ESDM dan berdomisili di Jakarta.
Ia adalah alumni Jurusan Tekni Kimia Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) usai menamtkan pendidikannya pada 2015 lalu.
Tak banyak yang ia unggah melalui akun media sosialnya.
Kali terahir, ia meneruskan unggahan akun Ozie Obon yang memampang poster konser Ed Sheeran di Jakarta pada 16 Oktober 2018.
Dengan postingan yang sama, ia sebelumnya juga meneruskan unggahan yang sama akun Dika Yulianawati pada 4 Oktober 2018.
Dalam postingan terakhir itu pula, warganet pun beramai-ramai mengirinkan doa untuk kepergiannya.
“Ya Allah mba Jona, semoga amal ibadah diterima disisi Allah Innailaihi wa innailaihi rojiun,” tulis Aziem Al Muqaffi.
“Yang pertama teridentifikasi.. innalilahi wa innalilahi rojiun.. smoga amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT.. diampuni segala dosa.. diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.. Al-Fatihah,” kata Fiernia Diara Siregar.
“Ya Allah. Semoga keluarganya diberikan ketabahan. Usia sama seperti saya, tahun lahir juga,” tulis Hadianti Perwitasari.
“Turut berduka cita yang sedalam dalam nya untuk keluarga korban LION AIR JT 610.. semoga tetap tabah dan sabar menghadapi cobaan,” balas Ridwan Syuhada.
“Buka status almh… tak ada yang tahu hidup beberapa hari ke depan… baru 13hari sebelum ajal menjemput…Turut berbelarasa….” tulis Angella Pattinaja.
Usia dipastikan identitasnya, jenazah Jannatun Cintya Dewi langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Penyerahan jenazah tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Operasional Lion Air Group, Wahyu, kepada ayah Jannatun, Bambang di depan Instalasi Forensik RS Polri, Rabu (31/10/2018) malam.

Dengan disaksikan langsung oleh Kepala RS Polri Kombes Musyafak.
Suasana penyerahan jenazah alumni Institus Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu pun berlangsung dalam suasana yang sangat haru.
“Pada kesempatan ini, saya atas nama Lion Air Group kami ucapkan duka cita sedalam-dalamnya,” ucap Wahyu saat penyerahan jenazah.
Wahyu juga menegaskan komitmen pihaknya yang akan membantu seluruh proses kepulangan Jannatun ke Sidoarjo.

“Oleh karena itu, dengan ini kami izin menyerahkan surat menyurat menyangkut wafatnya almarhumah,” lanjutnya.
Air mata Bambang yang menerima jenazah putrinya itupun keluar deras seperti tak tertahan.
Tak satupun kata-kata yang diucapkan Bambang. Suaranya seakan habis untuk melontarkan satu kata pun.
Hanya air mata yang terus mengalir deras.
Di tempat yang sama, Musyafak menyatakan bahwa jenazah Jannatun akan dikirim ke Bandara Soekaro Hatta malam ini dan diterbangkan ke Sidoarjo Kamis (1/11/2018) besok.
Sumber: pojoksatu